Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Diduga kepala sekolah SDN 168/V Lampisi kecamatan Merlung, kabupaten Tanjab Barat tidak transparan dalam mengelola dana BOS.
Pasalnya, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah pusat melalui sumber dana APBN terindikasi tidak digunakan sebagaimana peruntukan nya. Hal itu dapat dilihat dari tertutupnya informasi dari pihak sekolah baik terhadap wali siswa maupun dilingkungan sekolah itu sendiri.
Salah satu wali murid yang berhasil dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa dirinya tidak tau siapa komite sekolah dan siapa yang menjadi pengurus dan pengelola dana BOS di sekolah tersebut.
” Anak saya sudah duduk di kelas 4, tapi sampai hari ini kami tidak tau siapa komite sekolah dan siapa yang bertanggung jawab terhadap dana BOS selain kepala sekolah, ” katanya saat dikonfirmasi media (3/6/2024)
Menurutnya juga, sejak anaknya bersekolah di SD tersebut tidak pernah mendapatkan undangan rapat yang biasanya di sekolah lain setahun sekali ada rapat wali murid.
” Sudah 4 tahu anak saya sekolah pak, belum pernah saya dapat undang rapat, ” beber wali murid yang tidak ingin namanya disebut.
Sebelumnya kepala SDN 168/V Lampisi Efrinawati SPd SD saat dikonfirmasi media terkait pengelolaan dana operasional sekolah di SD yang dipimpin nya terkesan enggan berkomentar banyak.
Saat ditanya siapa saja yang masuk dalam tim BOS SDN 168 kepsek berdalih itu adalah rahasia dan tidak boleh dijelaskan.
” SK tim BOS kami didalam SPJ letaknya, jadi tidak boleh sembarang dilihat kan, ” kilahnya.
Ditanya apakah itu merupakan perintah dari dinas atau hanya kebijakan sekolah untuk menutupi kejanggalan dalam pengelolaan dana BOS
” Itu kebijakan sekolah lah, karna SK tersebut didalam SPJ maka tidak boleh dilihatkan dengan siapapun, ” sebutnya.
Tertutupnya pisak sekolah ini dapat menimbulkan kecurigaan terkait transparansi pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut. Tidak menutup kemungkinan telah terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS.
Diharapkan dinas pendidikan kabupaten Tanjab Barat, melalui bidang Dikdas dan manager BOS segera melakukan kroscek ke sekolah. (Tim)