Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Ditanya soal proyek smar green house sistem pejabat pembuat teknis kegiatan (PPTK) dinas Pertanian dan Holtikultura kabupaten Tanjab Barat bungkam.
Pejabat pembuat teknis kegiatan (PPTK) Dinas Pertanian dan Holtikultura Tanjabbbar Terkesan Bungkam saat dikonfirmasi tentang kegiatan Green House yang teserba di beberapa kecamatan wilayah kabupaten Tanjab Barat.
PPTK dihubungi baik melalui pesan singkat dan ditelpon ke nomor handphone pribadi nya tidak merespon serta tidak memberikan penjelasan sedikitpun meski ponselnya bernada aktif dan bertanda pesan yang dikirim telah terbaca.
Sampai berita ini di terbidkan PPTK dinas pertanian dan holtikultura Tanjab Barat tersebut belum juga memberikan penjelasan, hal tersebut mengindikasikan bahwa pekerjaan yang sedang dilaksanakan tidak ingin diketahui publik. Sementara anggaran yang digunakan melalui sumber DAK pusat tentu harus transparan dalam pelaksanaannya.
Kepala dinas pertanian dan holtikultura Tanjab Barat, Reza Pahlevi, di konfirmasi dimana saja titik kegiatan katanya ada berapa desa dan kelurahan.
” Hanya Desa Parit Pudin dan kelurahan Patunas yang batal dilaksanakan, karena lahan dilokasi tersebut terkena air pasang selain itu kelompok taninya juga tidak bisa menyediakan lahan,”terang Reza pada media saat dikonfirmasi via telepon. Jum’at (6/9/2024)
Saat ditanya siapa Konsultan teknis dalam kegiatan green house tersebut, Kadis mengungkapkan untuk konsultannya Mimi.
Disingung kenapa PPTK kegiatan diduga bungkam tidak merespon konfirmasi dari rekan media,Reza selaku Kadis akan menyampaikan kepada PPTK.
“Ya,nanti saya sampaikan ke PPTK ya, untuk menjelaskan apa yang dikonfirmasi oleh media, mungkin lagi sibuk dak PPTK nya,”ungkap reza.
Sebelumnya diberitakan, dari data yang berhasil dihimpun media ini. Proyek Pembangunan Smart Green house Drip System tersebut diduga rawan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, karena berapa pihak mengatakan proyek bangunan Smart Green house Drip System bukan sekedar asal bangunan.
” Proyek tersebut bukan asal bangun saja, berbeda dengan proyek pekerjaan fisik lainnya sebagai mana yang kita ketahui,”kata sumber media ini.
Menurutnya juga, green house perlu memberikan lingkungan optimal untuk tanaman tumbuh dengan baik, ada suhu, kelembaban, intensitas cahaya, sirkulasi udara dan banyak hal lain yang perlu diperhatikan, bukan hanya sekedar kekuatan fisik saja.
” Banyak ketentuan serta aitem yang harus dipastikan terpenuhi bukan hanya membangun gedung terus selesai, jadi proyek ini sangat rawan bermasalah, ” ujarnya kepada media.
Sayangnya pihak terkait yang menangani pekerjaan ini belum berhasil dikonfirmasi terkait sejauh mana proyek yang dialokasikan dari sumber dana APBN ini berlangsung.
Demikian juga pejabat pembuat teknis kegiatan (PPTK) dinas pertanian dan holtikultura kabupaten Tanjab Barat belum berhasil dikonfirmasi.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari pihak terkait sejauh mana progres proyek yang menggunakan anggaran dana pusat ini. Baik itu konfirmasi secara langsung maupun via telepon, saat dilayangkan pesan WhatsApp hanya dibaca namun tidak direspon.(S2)