Diduga Proyek Normalisasi DD Mekar Tanjung Mark Up Anggaran, Warga Minta APH Lakukan Audit

Posted by : admin Februari 16, 2025

 

Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Diduga proyek normalisasi dana Desa Mekar Tanjung, kecamatan Bram Itam Mark Up anggaran. Warga minta APH dan instansi terkait lakukan audit. Minggu (16/2/2025).

Anggaran Pekerjaan Normalisasi parit atau sungai yang besumber dari dana Desa Tahun 2024 lalu di Desa Mekar Tanjung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi diduga telah terjadi mark up anggaran. Pasalnya besaran dana yang dikucurkan untuk proyek tersebut tidak sesuai dengan volume pekerjaan.

 Aroma kejanggalan pada anggaran pekerjaan tersebut, dari muculnya beragam komentar netizen menanggapi pemberitaan Media yang menyoroti tentang “pengerjaan Normalisasi Senilai Rp 400 juta lebih yang dilaksanakan Pemerintah Desa Mekar Tanjung pada anggaran Dana Desa Tahun 2024.

Ada Netizen berikan komentar “kalau pekerjaan cuci parit sepanjang 3.700 meter itu kalau pakai long arm dana Rp 250 juta sudah cukup untuk biaya sewa alat dan lainya,”tulis Netizen.

Kemudian ada pula netizen mempertanyakan kalau dana segitu,coba check tata cara pengadaan barang dan jasanya sudah sesuai tidak dengan aturan LKPP pengunaan Dana Desa.

” Apalagi pihak ketiganya perusahaan dari luar provinsi,”tulis Netizen dalam kolom postingan berita yang di sher rekan media.

Terpisah berapa pihak yang engan namanya disebutkan yang berkecimpung di dunia konstruksi turut menangapi dan mengatakan jika dengan volume segitu tentu tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan.

” Namanya pekerjaan Normalisasi parit, tanggul dan tebas bayang itu jelas untung nya besar, karena pekerjaan nya tidak mengunakan bahan material hanya mengunakan alat, BBM dan gaji operator saja, ” sebutnya.

Proyek yang menelan anggaran dana desa mencapai 400 juta lebih pada alokasi dana Desa pada 2024 lalu disinyalir tidak mengikuti aturan dan ketentuan dalam pengelolaan dana desa sebagaimana mestinya yang telah diatur dalam permendes.

Warga menduga bayak Kejanggalan dalam proyek tersebut bahkan pihak desa terkesan tertutup dari awal pelaksanaannya.

Sementara itu, phak Inspektorat Tanjab Barat selaku memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan negara setelah di upayakan konfirmasi akhirnya pihak inspektorat memberikan tanggapan.

Kepala inspektorat Tanjab Barat, Encep Jarkasih mengatakan jika pihak nya belum bisa memberikan komentar ataupun tanggapan terkait informasi yang disampaikan media pada pekerjaan Normalisasi Desa Mekar Tanjung.

“Maaf saya belum bisa berikan komentar karena saya belum melihat hasil pemeriksaan teman-teman Inspektorat dilapangan,”ujarnya singkat saat dikonfirmasi rekan media usai menghadiri rapat di gedung kantor Bupati Tanjab Barat,Kamis (13/2/2025).

Sebelumnya Irban 3 Inspektorat kabupaten Tanjab Barat saat dikonfirmasi media menjelaskan telah melakukan kroscek langsung kelokasi serta menemui pihak-pihak yang berkompeten dengan proyek normalisasi tersebut.

” Iya kami sudah turun ke lokasi terkait persoalan normalisasi Desa Mekar Tanjung, selain menemui kades dan perangkat desa, kami juga telah bertemu langsung dengan beberapa tokoh masyarakat setempat, ” katanya.

Saat disinggung apa hasil dari pemeriksaan langsung kelokasi yang dilakukan inspektorat melalui irban 3 pihaknya belum dapat menyampaikan ke publik.

” Kalau hasilnya nanti mungkin yang lebih tepat adalah pak inspektur, karna hasil yang kami dapat dilapangan akan dilaporkan ke inspektur terlebih dahulu, ” Ungkapnya.

Sementara itu kepala desa Mekar Tanjung serta TPK belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan Mark up anggaran pada proyek normalisasi parit sepanjang  3.700 meter yang menelan dana hingga 400 juta lebih. Baik itu dikonfirmasi secara langsung maupun melalui via telepon.

Diharapkan kepada APH dan instansi terkait segera melakukan audit anggaran dana Desa Mekar Tanjung, jika terbukti telah terjadi kerugian negara agar dapat segera ditindak sesuai dengan undang-undang berlaku. (S2)

RELATED POSTS
FOLLOW US