Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Diduga buntut dari bekerja secara ilegal di wilayah kabupaten Tanjab Barat, belasan subkontraktor PT PetroChina di panggil Dimas ketenagakerjaan Provinsi Jambi. Kamis ( 2/10/2025).
Terungkapnya belasan perusahaan subkontraktor PetroChina bekerja secara ilegal di wilayah kabupaten Tanjab Barat terus berbuat panjang. Selain mendapatkan respon tegas dari DPRD Provinsi dan kabupaten, Dinas ketenagakerjaan juga mulai memanggil pihak perusahaan.
Hal itu dibenarkan Kabid Wasnaker Provinsi Jambi, Dody. Menurutnya, setelah melakukan pemanggilan saat ini pemeriksaan subkontraktor yang di maksud sedang berlangsung.
Saat ditanya apa hasil sementara yang telah didapat Disnaker setelah dilakukan pemeriksaan kepada beberapa perusahaan subkontraktor yang bekerja dibawah naungan PetroChina.
” Masih menunggu rekapitulasi laporan, klarifikasi dari Wasnaker yang memeriksa. Dalam Minggu depan inilah kita sampaikan hasilnya, ” katanya saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp. Pada Kamis (2/10) siang.
Saat disinggung apakah pihak PetroChina selaku perusahaan yang menaungi subkontraktor juga turut dipanggil oleh Disnaker ?
” Sudah di panggil, terahir hari ini, ” jelasnya.
Ditanya lebih lanjut apakah benar sebagian besar subkontraktor PetroChina yang bekerja di wilayah kabupaten Tanjab Barat belum mengantongi izin resmi ?
” Belum bisa saya sampaikan, masih menunggu rekapitulasi dari tim, ” ungkapnya.
Dari keterangan sementara Disnaker Provinsi belum dapat diketahui berapa jumlah subkontraktor yang diduga bekerja secara ilegal di wilayah kabupaten Tanjab Barat.
Sebelumnya diberitakan, Terkuak jika terdapat belasan perusahaan subkontraktor PT PetroChina melakukan aktivitas pekerjaan di wilayah kabupaten Tanjab Barat tak mengantongi izin lengkap. Dinas ketenagakerjaan Provinsi Jambi akan segera memanggil perusahaan subkontraktor dan PT PetroChina.
Hal itu dikatakan kepala dinas ketenagakerjaan Provinsi Jambi, Akhmad Bestari. Dia menjelaskan jika pihaknya telah mendapatkan laporan dari Disnaker kabupaten Tanjab Barat terkait soal subkontraktor PT PetroChina tersebut.
” Hari kamis kemarin ada surat masuk dari Disnaker kabupaten Tanjab Barat terkait hal itu, ” katanya saat dikonfirmasi media melalui via WhatsApp pada Sabtu (26/9/2024) siang.
Berdasarkan laporan dari Disnaker kabupaten Tanjab Barat pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan kepada perusahaan subkontraktor dan PT PetroChina.
“Karena sudah ada laporan maka kami langsung melayangkan pemanggilan terhadap PetroChina beserta subkontraktornya,” sebutnya.
Lebih lanjut menurutnya, dari hasil pemeriksaan nanti baru kita lihat apa ada pelanggaran atau seperti apa.
” Hari Jum’at kemarin sudah kami layangkan surat panggilan ke perusahaan tersebut, dan jadwal pemeriksaan nya mulai Minggu depan, “terangnya.
Dia juga memastikan hasil dari pemeriksaan nantinya akan disampaikan ke publik melalui media.
” Nanti dari hasil pemeriksaan ya “pungkasnya. (S2)