Proyek Pintu Air Berbandrol 4 Miliar Rusak, Audit BPKP Hingga Kini Masih Berlangsung 

Posted by : admin Desember 16, 2025

 

Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Audit BPKP terkait proyek pintu air yang dibandrol hingga 4 miliar rupiah lebih dari sumber dana APBD Tanjab Barat 2025 belum membuahkan hasil. Hingga kini audit pihak BPKP masih berlangsung. (16/12/2025).

‎Seperti keong yang sedang berlari, begitulah progres pemeriksaan proyek pintu air di Desa Tungkal 1 (Satu), Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang hingga kini belum membuahkan hasil.

‎Proyek yang digadang-gadang bisa mengontrol debit air agar tidak membanjiri kebun masyarakat ternyata tidak berfungsi sebagaimana mestinya.  ‎Anggaran yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat hingga 4 miliar rupiah lebih itu seakan terkesan sia-sia.

Inspektorat kabupaten Tanjab Barat, melalui inspektur Eko Suwelo yang baru menjabat hanya bisa menjawab ‘belum selesai’ terkait pemeriksaan dari BPKP. Padahal sudah  beberapa bulan pintu air itu selesai dikerjakan, namun belum juga menemui titik terang. 

‎”Untuk pintu air, pemeriksaan sedang dilaksanakan audit BPKP, sementara belum selesai,” ujarnya saat dimintai keterangan via pesan WhatsApp, Senin (15/12/25) sore. 

‎Sedikit informasi, proyek pintu air di Desa Tungkal 1 yang menelan anggaran dari APBD Tanjab Barat sebesar 4 miliar rupiah lebih itu tak sesuai ekspetasi masyarakat dan diduga dikerjakan asal jadi. 

Dilokasi terpantau tanggul disekeliling pintu air itu tak sanggup menahan debit air yang terlalu tinggi, sehingga tetap membanjiri kebun masyarakat dan TPU (Tempat Pemakan Umum) yang berlokasi tidak jauh dari lokasi pintu air.

Sebelumnya diberitakan, setelah ramai jadi perbincangan di ruang publik terkait rusaknya proyek pintu air yang baru selesai dikerjakan melalui sumber dana APBD Tanjab Barat Tahun 2025 mencuat kabar jika BPK bakal lakukan audit khusus terkait proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui proyek pintu air yang baru selesai dikerjakan beberapa waktu lalu belakangan menjadi sorotan publik. Pasalnya selain telah terjadi keretakan pada fisik bangunan tanggul yang dibuat juga terindikasi lebih rendah dan tak mampu membendung luapan air saat  pasang air laut tiba.

Benarkah proyek yang berbadarol 4 miliar rupiah lebih ini terendus oleh BPK telah merugikan keuangan negara, atau ada dugaan perencanaan yang keliru pada proyek tersebut ? Sangat menarik untuk ditunggu hasil audit BPKP.

Ketua komisi III DPRD kabupaten Tanjab Barat, Albert Caniago, S.P saat dikonfirmasi terkait kabar tersebut tidak banyak berkomentar dan juga tidak membantah soal informasi yang beredar tersebut.

” Informasi nya seperti itu, ” katanya singkat saat dikonfirmasi media disela kegiatan monitoring Komisi III DPRD.

Dia juga menambahkan jika komisi III DPRD kabupaten Tanjab juga telah mengagendakan untuk melakukan monitoring proyek pintu air yang berlokasi di Tungkal Satu, kecamatan Tungkal Ilir tersebut.(S2)

RELATED POSTS
FOLLOW US