Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Diduga anggaran proyek peralihan makam di kelurahan Sriwijaya, RT 13 jalan menuju Sialang di telan ” hantu “. Pasalnya, dana yang dikucurkan pemerintah daerah melalui sumber dana APBD perubahan Tanjab Barat tahun 2023 tidak lagi utuh sampai ke tangan pekerja.
Ironis, anggaran yang tadi sebesar 3,5 juta per makam hanya hanya dibayar 2 juta permakam. Selain itu anggaran pembuatan kijing sejatinya sebesar 1,2 juta hanya dibayar pada pekerja 100 ribu sampai 500 ribu permakam.
Hal itu diungkapkan salah satu pekerja yang mengaku upah kerja mereka tibayar tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah ada.
” Itu pakta nya pak, jadi seharusnya hak kami tidak di potong,” ungkapnya pekerjaan yang enggan namanya di publikasikan. (20/12023).
Dia juga berharap pihak terkait dapat menjelaskan persoalan ini supaya pekerja mendapatkan pembayaran sesuai dengan hak yang semestinya.
” Kami berharap dinas terkait dapat membantu kami, supaya hak kami dapat di terima utuh sesuai peruntukannya, ” harap pekerja menyampaikan melalui media ini.
Dari data yang dihimpun di lapangan diketahui proyek peralihan makam yang berlokasi di RT 13 Kelurahan Sriwijaya, kecamatan Tungkal Ilir terdapat sebanyak 200 makam yang akan direlokasi dari pemakaman lama ke pemakaman baru melalui sumber dana APBD perubahan kabupaten Tanjab Barat.
Terpantau saat ini proses pekerjaan sedang berlangsung, sementara dinas terkait yakni dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) kabupaten Tanjab Barat, belum dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut.
Demikian juga pihak rekanan selaku pelaksana pekerjaan hingga berita ini diterbitkan belum dapat dimintai keterangan. (S2)