Lantangjambi.id,Tanjabbar, – Proyek peningkatan jalan lingkungan yang berlokasi di RT 15, kelurahan Sriwijaya, kecamatan Tungkal Ilir baru selesai dikerjakan sudah rusak.
Anehnya Dinas perumahan dan permukiman kabupaten Tanjab Barat, terkesan bungkam, terkait rusaknya proyek tahun 2023 yang menelan nada APBD kabupaten Tanjab Barat bernilai ratusan juta tersebut.
Proyek yang berlokasi di blok B dan blok C Perumahan Permata Berlian ini disinyalir dikerjakan asal jadi. Pasalnya, hanya menghitung hari setelah selesai dikerjakan, proyek peningkatan jalan ini sudah rusak dan berlobang di sana sini.
Sementara itu CV Inter Nusa Niaga selaku pihak rekanan yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut terkesam diam dan tidak merespon apa yang menjadi keluhan warga setempat.
” Sejak selesai dikerjakan belum ada perbaikan, makanya kondisi jalan makin rusak, ” jelas warga kepada media. (13/1/2024).
Pihaknya juga meminta dinas terkait tidak hanya menerima laporan diatas meja, kroscek kebenaran yang ada dilapangan.
” Dinas terkait harus turun dan lihat kondisi pekerjaan seperti ini, jangan hanya menerima laporan diatas meja, ” sebut warga.
Sebelumnya diberitakan, Dari data yang di himpunan dilapangkan, proyek yang dikerjakan oleh CV. Inter Nusa Niaga dan konsultan pengawas CV. Mega Konsultan dengan besar anggaran 500 juta ini terkesan dikerjakan asal jadi, terlihat dari tipis nya timbunan serta mudah rusak dan berlobang.
” Biasanya kalau proyek peningkatan jalan selalu menggunakan galar atau geotextile sebagai pondasi sebelum dilanjutkan dengan timbunan, kalau ini kita liat tidak ada, jadi wajar saja kalau tidak kuat dan mudah rusak, ” sebutnya.
Ia juga menambahkan, ” jangankan sekelas mobil yang lewat, Viar saja membawa satu kubik pasir sudah terpuruk, itu membuktikan kualitas nya sangat rendah,”ujarnya.
Sebelumnya, pengawas dari pihak dinas terkait, Hamzah mengatakan jika kondisi rusaknya proyek pengerasan jalan lingkungan tersebut sudah di sampaikan kepada pihak rekanan.
” Sudah diberitahu kepada rekanan untuk segera memperbaiki pekerjaan tersebut,”jelasnya saat dikonfirmasi media ini melalui via telepon.
Saat ditanya sudah berapa persen alokasi dana yang telah digunakan pihak kontraktor dengan kondisi pekerjaan yang sudah rusak dan berlobang tersebut.
” Kalau soal itu bisa tanyakan langsung pada konsultan pengawas nya pak, takutnya nanti salah jawab, ” kilahnya.
Hingga saat ini selain tidak ada upaya perbaikan juga belum diketahui berapa persen anggaran yang sudah dikucurkan dinas terkait terhadap pekerjaan yang diduga asal jadi tersebut.(S2)