Lantangjambi,Tanjabbar, – Hearing antara kelompok tani dan DPRD kabupaten Tanjab Barat masih berlangsung hingga sore ini, Senin (22/1/2024).
Selain mendengarkan penjelasan petani dan pengurus kelompok tani yang hadir dalam Hearing tersebut, anggota DPRD dari praksi Golkar juga mempertanyakan pihak perusahaan yakni PT DAS terkait dasar yang memunculkan angka 22 milyar sebagai kompensasi terhadap kelompok tani 9 Desa.
” Kita jangan bicara hilirnya saja, hulu dari persoalan ini harusnya terlebih dahulu dijelaskan oleh PT DAS, darimana muncul nya angka 22 milyar ini, dan perhitungan nya seperti apa, ” tegas Hairi, politis Golkar ini.
Lebih lanjut menurutnya, apakah sudah sepadan dengan nilai kompensasi 20 persen yang menjadi kewajiban perusahaan dengan angka 22 milyar tersebut.
” Jangan masyarakat yang dijadikan korban, mereka (masyarakat -red) tidak mengerti jadi tolong perusahaan jelaskan seperti apa asal muasalnya muncul angka 22 milyar, ” tanya.
” Jangan demi kepentingan perusahaan yang di korbankan masyarakat, ” tegas Hairi.
Sayangnya pihak Perusahaan tidak dapat menjelaskan secara rinci apa yang menjadi pertanyaan dewan soal yang menjadi acuan dan tolak ukur bagi perusahaan sehingga muncul angka 22 Milyar yang kini menjadi persoalan di tengah masyarakat.
” Ini dari dasar kesanggupan perusahaan dan hasil kesempatan dengan pihak kelompok tani, ” jawab perwakilan PT DAS singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, Hearing masih berlangsung untuk mendapatkan solusi terkait persoalan yang timbul di tengah masyarakat pasca perpanjangan HGU PT DAS. (S2)