Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Diduga akibat tidak terawat Ambulance air yang terbuat dari bahan baku fiber terancam jadi barang rongsokan. Warga pertanyaan anggaran pemeliharaannya. Jum’at (9/5/2025).
Ambulance air yang merupakan transportasi jalur air yang disiapkan pemerintah kabupaten Tanjab Barat, untuk pelayanan kesehatan masyarakat di bantaran sungai Pengabuan kini tak lagi beroperasi.
Dari data yang berhasil dihimpun media dilapangan, ambulance air yang terbuat dari fiber ini sudah setahun lebih tidak lagi beroperasi sebagai transportasi pelayanan kesehatan, melainkan Speed Boat yang dianggarkan melalui APBD Tanjab Barat tertambat di pelabuhan LASDAP kabupaten Tanjab Barat dalam kondisi tidak terawat.
Kondisi ambulance air yang tidak terawat menjadi sorotan masyarakat. Selain mempertanyakan kenapa terjadi pembiaran terhadap aset yang bernilai ratusan juta warga juga menanyakan kemana saja anggaran pemeliharaan ambulance air tersebut.
” Sangat di sayangkan aset yang bernilai mahal dibiarkan begitu saja, kemana saja dana pemeliharaannya ? ” Kata warga.
Beredar nya pemberitaan terkait kondisi ambulance air yang tidak terawat juga memantik berbagai spekulasi ditengah masyarakat terkait kinerja dinas kesehatan yang dinilai abai terhadap aset penting hingga sampai pada soal anggaran.
” Ini kan jelas ranahnya dinas kesehatan, seharusnya tidak terbengkalai seperti itu jika dinasnya sigap, ” ujar warga.
Warga juga menyayangkan kurangnya perhatian dinas kesehatan kabupaten Tanjab Barat dalam menjaga aset yang telah diberikan oleh pemerintah kabupaten untuk mempermudah pelayanan kesehatan di wilayah bantaran sungai Pengabuan tersebut.
” Kenapa dibiarkan terbengkalai, kemana dana perawatan ambulance air itu, ” kata warga merespon pemberitaan terkait kondisi ambulance air.
Warga juga menyarankan pihak terkait untuk melakukan kroscek di DPA dinas kesehatan kabupaten Tanjab Barat, untuk mengetahui berapa anggaran perawatan yang di alokasikan untuk perawatan ambulance air tersebut.
” Cek di DPA Dinkes, ada dak dana perawatannya, jangan sampai ada dana perawatan tapi dikantongi, ” ujar warga.
Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini, Speed Boat untuk pelayanan kesehatan masyarakat di bantaran sungai tersebut ada dua Speed Boat yakni speed boat berjenis kayu dan fiber.
Untuk speed boat berjenis fiber atau yang kerab di sebut ambulan air kurang lebih selama satu tahun tidak lgi beroperasi sementara speed boat yang terbuat dari kayu hingga kini masih beroperasi.
” Dana untuk speed boat fiber dialihkan ke speed boat kayu, alasannya speed boat fiber tidak beroperasi karena anggaran operasional nya besar, ” jelas sumber media ini.
Sayangnya kepala dinas kesehatan kabupaten Tanjab Barat, Jaharuddin belum memberikan jawaban yang spesifik terkait kondisi ambulance air yang terkesan tidak terawat.
Selain tidak memberikan jawaban terhadap sejumlah pertanyaan media, dia kepada dinas justru melempar tanggung jawab kepada bahawanya.
” Bisa tanyakan pada Arsyad dan Heri, karena mereka berdua yang paham soal ambulance air tersebut, ” katanya saat dikonfirmasi media via WhatsApp.(S2)