Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Di era moderen dan digitalisasi masih ada kondisi sekolah dasar di kabupaten Tanjab Barat yang memilukan hati. Kamis (11/10/2025)
Ditengah gaung kemajuan pembangunan disegala bidang teryata masih ada yang luput dari perhatian. Seperti halnya nasib miris siswa kelas jauh SDN 190 Bukit Bakar yang berlokasi di kecamatan Renah Mendaluh kabupaten Tanjab Barat.
Untuk mendapatkan pendidikan yang layak dari sekolah dasar (SD) siswa harus rela menempati bangunan gedung sekolah dan pasilitas pembelajaran sekolah dari hasil swadaya masyarakat Desa Bukit Bakar.
Kondisi kelas jauh SD 190 Bukit Bakar adalah sebuah potret buram bagi dunia pendidikan. Ditengah keseriusan pemerintah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan ternyata masih ditemukan pasilitas dan prasarana belajar siswa yang serba kekurangan.
Bangunan sekolah yang jauh dari kata ideal ini menjadi saksi bisu begitu besarnya semangat anak-anak yang tak pernah padam untuk mengenyam pendidikan. Kondisi dinding yang masih mengunakan bahan kayu, atap seng, dan fasilitas yang minim adalah tantangan sehari-hari yang mereka hadapi. Namun, semua itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar dan mewujudkan impian dan cita-cita mereka.
“Kami ingin sekolah yang bagus, Pak. Kami ingin belajar dengan nyaman,” ujar siswa dengan mata berbinar berinteraksi kepada media.
Dari pantauan dilokasi, selain kondisi ruangan belajar yang belum standar siswa juga harus rela duduk dilantai saat mengikuti proses belajar mengajar (KBM) di sekolah karena kekurangan kursi dan meja belajar.
Kepala sekolah SDN 190 Hanafi Fani, S. PD saat dikonfirmasi media mengatakan jika bangun kelas jauh yang ada saat ini merupakan hasil dari swadaya masyarakat dan kepala Desa Bukit Bakar.
” Ruangan belajar yang ada saat ini merupakan hasil dari swadaya masyarakat pak, katanya saat dikonfirmasi media.
Kepala Desa Bukit Bakar, Sriyanto mengatakan jika sekolah yang ada tersebut merupakan hasil dari bangunan swadaya masyarakat.
” Dibangun bersama-sama dengan masyarakat, mengingat selama ini anak dari desa kami ini bersekolah di kabupaten Tebo untuk itu lah atas keinginan semua masyarakat kami dirikan kelas jauh ini, ” jelas kades.
Jeritan hati anak-anak Bukit Bakar ini merupakan panggilan bagi kita semua sejauh mana rasa peduli dan empati terhadap keberlangsungan pendidikan di kabupaten Tanjab Barat agar tercipta generasi bangsa yang kuat dan cerdas.
Diharapkan pihak-pihak yang berkompeten menjadikan personal ini skala prioritas sehingga impian dan harapan anak-anak bukit bakar segera terwujud.(S2)