Lantangjambi.id, Tanjabbar, — Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadar, M.Ag, mengapresiasi perilisan album lagu Melayu bertajuk “Purnama Ditepian Senja” yang digagas oleh Sanggar Nada Purnama. Album ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian pelaku seni daerah dalam menjaga dan menghidupkan kembali kekayaan budaya lokal masyarakat pesisir. Kamis (1/1/2026)
Album orisinal tahun 2026 tersebut memuat enam lagu bernuansa Melayu klasik dan tradisional, yang seluruhnya merupakan ciptaan M. Iryani, SP. Melalui lirik dan melodi yang sederhana namun penuh makna, lagu-lagu dalam album ini merekam kehidupan masyarakat pesisir, mulai dari keseharian nelayan, kebersamaan warga kampung, hingga kerinduan akan kampung halaman dan doa yang tumbuh dalam ikatan kekeluargaan.
Enam lagu yang tergabung dalam album ini yakni “Bujang Kampung Nelayan”, “Senandung Pesisir Kuala Tungkal”, “Dermaga Tangga Raja”, “Siti Marwiyah”, “Siti Ruqayah”, dan “Do’a Ayah Bunda”. Setiap judul menjadi gambaran nilai-nilai budaya Melayu pesisir yang masih terjaga dan relevan hingga saat ini.
Dari sisi penggarapan musik, album “Purnama Ditepian Senja” diaransemen oleh Iik Ikram, dengan sentuhan musik Melayu yang lembut dan harmonis. Sementara itu, proses pengarahan vokal dipercayakan kepada Vivin selaku Vocal Director, sehingga keseluruhan lagu terdengar padu dan memiliki karakter yang kuat.
Album ini dibawakan oleh Rifatul Hasana, Syafiaturrahmah, Nisa, RF, Gano Danu MC, dan M. Iryani, SP, yang tampil serasi mengenakan busana Melayu pada sampul album, mencerminkan kebersamaan serta identitas budaya yang diusung.
Selain Bupati, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, SE, ME, turut menyampaikan dukungannya terhadap perilisan album tersebut. Menurut keduanya, album “Purnama Ditepian Senja” diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap lagu-lagu daerah dan budaya lokal.
Bupati dan Wakil Bupati menilai album ini sebagai cerminan nilai-nilai kebudayaan masyarakat pesisir yang menjunjung tinggi kebersamaan, kearifan lokal, serta kerinduan akan kampung halaman yang tumbuh dalam ikatan kekeluargaan dan tradisi.
Mereka berharap karya-karya seni seperti ini dapat terus hadir sebagai bagian dari upaya merawat dan mewariskan budaya daerah kepada generasi mendatang.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian seni dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat.(S2)