Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Kroscek langsung ke beberapa swalayan di kota Kualatungkal, tim dinas koperindag temukan sejumlah barang mendekati masa kadaluarsa. Selasa (30/6/2026)
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Kepala Bidang Perdagangan, Marhalim, melakukan pengecekan langsung ke tiga gerai swalayan yang berada di Kota Kuala Tungkal.
Marhalim menjelaskan, kegiatan pemeriksaan ini dilakukan secara berkala minimal setiap tiga bulan sekali. Pada kesempatan kali ini, tim pemeriksa dibagi menjadi dua kelompok dan melibatkan pemangku kepentingan terkait, salah satunya Dinas Kesehatan.
“Kegiatan hari ini bukan sidak, melainkan pengecekan rutin yang memang sudah dijadwalkan,” ujar Marhalim saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tanjab Barat, Hamka, didampingi Pengurus Bidang Pengaduan Konsumen, Aldi Saputra.
Ditanya soal hasil temuan di lapangan, Marhalim menyatakan tidak ditemukan barang yang dinyatakan tidak layak jual. Namun, terdapat beberapa barang kemasan yang kondisi kalengnya sudah kempot meski masa kedaluwarsanya masih berlaku.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sejumlah produk camilan yang tersisa masa edarnya sekitar satu bulan lagi kita minta untuk diturunkan dan tidak lagi di pajang ditempat penjualan.
Marhalim juga menambahkan, pengawasan ini bertujuan sebagai langkah pembinaan, baik bagi konsumen maupun pengelola swalayan itu sendiri.
“Kami hanya ingin memastikan barang yang diperjualbelikan benar-benar terjaga kualitas dan keamanannya,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat melakukan pengecekan langsung ke gerai Fresh di kota Kualatungkal. Hasilnya, tim menemukan sejumlah barang yang tidak layak jual, meskipun pihak pengawasan toko mengaku rutin memeriksa stok setiap hari.
Hal itu dikatakan Kordinator Bidang Pengaduan Konsumen (YLKI) Tanjab Barat, Aldi Saputra. Menurutnya, dalam pengecekan bersama awak media ditemukan susu kaleng tanpa kemasan luar, susu kental manis, Indomie, serta cokelat yang sudah kadaluarsa selama tiga bulan.
” Dari pengecekan langsung tadi kita menemukan sejumlah barang makanan yang sudah kadaluarsa, selain itu, terlihat juga kemasan kerupuk yang rusak dan tidak terjaga kebersihannya, “ungkapnya.(S2)