Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Akhirnya terjawab soal listrik jaringan PDAM Tirta Pengabuan sering hidup mati berimbas pada pelayanan. Berikut penjelasan Dirut PDAM Tirta Pengabuan. Minggu (9/8/2026)
Hal itu dikatakan Dirut PDAM Tirta Pengabuan Feri Elvianto, dia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan para pelanggan. Ia menjelaskan bahwa gangguan pasokan air belakangan ini bukan berasal dari kerusakan maupun kebocoran pipa, melainkan akibat ketidakstabilan aliran listrik.
Menurutnya juga, Listrik sering hidup mati, bahkan bisa terjadi empat hingga lima kali sehari. Hal ini berdampak pada Intek Teluk Pengkah, IPA Tebing Tinggi, Boster Senyerang Teluk Nilau, Parit Pudin, hingga Parit Panting.
” Kondisi ini membuat kami sulit memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, pihak PLN Cabang Rayon Kuala Tungkal saat dikonfirmasi memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab gangguan listrik tersebut.
Wilayah Tebing Tinggi,Pemadaman terjadi akibat pohon lapuk yang tumbang serta penebangan pohon warga yang menimpa kabel jaringan.
Wilayah Teluk Nilau–Parit Pudin, Gangguan disebabkan tupai dan pohon yang menyentuh kabel. Satu pohon di arah PDAM Senyerang yang berpotensi mengganggu masih dalam proses pengurusan izin pemangkasan.Wilayah Panting,Kabel menuju instalasi PDAM sering terganggu karena dipanjat monyet.
Kedua pihak terus berupaya menangani kendala masing-masing agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali lancar dan stabil. (S2)