Lantangjambi id, Tanjabbar, – Ketua DPRD kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, SE luruskan kabar tentang rapat yang sempat memanas. Bukan keributan, hanya perbedaan pandangan demi kepentingan olahraga. Kamis (3/9/2026).
Kabar yang menyebut terjadi keributan antar pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam rapat pembahasan anggaran bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) beberapa waktu lalu akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari Ketua DPRD Tanjab Barat, Hamdani, SE.
Menurut Hamdani, informasi yang berkembang di tengah masyarakat perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap jalannya proses pembahasan anggaran di lembaga legislatif.
Ia juga menegaskan, rapat tersebut memang sempat diwarnai perbedaan pendapat yang berlangsung cukup dinamis. Namun, kondisi tersebut merupakan hal yang lazim dalam forum pembahasan anggaran, mengingat setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pandangan demi kepentingan masyarakat.
“Yang terjadi saat itu bukan keributan seperti yang ramai diberitakan. Memang ada perbedaan pendapat, namun semuanya masih dalam koridor pembahasan anggaran,” jelasnya.
Hamdani juga membantah kabar yang menyebut Wakil Ketua II DPRD Hasan Basri Harahap melempar palu sidang kepada salah seorang anggota dewan.
“Saya berada langsung di lokasi rapat dan memegang palu sidang saat itu. Tidak benar ada peristiwa pelemparan palu sebagaimana isu yang beredar,” tegasnya.
Lebih lanjut menurutnya, perbedaan pandangan bermula ketika anggota Komisi III, H. Assek, mempertanyakan penempatan anggaran pembinaan olahraga sebesar Rp1 miliar yang dimasukkan ke dalam DPA Disparbudpora.
Menurut H. Assek, anggaran tersebut lebih tepat disalurkan melalui mekanisme hibah kepada KONI Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Dalam proses diskusi, suasana sempat memanas karena adanya perbedaan cara penyampaian pendapat. Namun setelah dilakukan pembahasan, seluruh peserta rapat akhirnya mencapai kesepakatan bahwa anggaran pembinaan olahraga tersebut dialokasikan melalui hibah kepada KONI sesuai mekanisme yang berlaku.
Hamdani juga menjelaskan bahwa reaksi Wakil Ketua I DPRD, H. Syafril Simamora atau yang akrab disapa Ucok Mora, murni merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pembinaan olahraga di daerah, bukan karena persoalan lain sebagaimana isu yang berkembang.
“Pada akhirnya semua sudah selesai dan menghasilkan keputusan bersama. Itu dinamika yang biasa terjadi dalam pembahasan anggaran,” bebernya.
Ia juga membantah isu yang mengaitkan perdebatan tersebut dengan persoalan pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD.
“Tidak benar kalau dikatakan karena rebutan Pokir. Isu itu sama sekali tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dalam rapat,” sebutnya.
Sebagai pimpinan lembaga, Hamdani mengatakan pihaknya tetap akan mempertemukan seluruh pihak yang sempat berbeda pandangan sebagai langkah menjaga komunikasi dan memperkuat kekompakan di lingkungan DPRD.
Di akhir keterangannya, Hamdani mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang beredar di media sosial.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak langsung menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan potongan informasi atau narasi yang belum tentu utuh.
“Masyarakat diharapkan membaca informasi secara lengkap dari sumber yang terpercaya. Jangan mudah terpancing oleh isu yang belum terverifikasi, karena klarifikasi dan fakta merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman yang benar,”ungkapnya.(S2)