Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Warga keluhkan lantai jembatan Harmoko Sungai Saren, kelurahan Bram Itam Kiri rusak. Kadis PUPR kabupaten Tanjab Barat Apri Dasman mengatakan tahun ini direhab sedang proses tender. Senin (15/9/2024)
Keluhan warga terkait rusaknya lantai jembatan Harmoko langsung direspon cepat pemerintah kabupaten Tanjab Barat melalui dinas PUPR. Selain lantai jembatan pemkab juga mengalokasikan perbaikan jalan di wilayah tersebut dari sumber dana APBD perubahan tahun 2024.
Hal itu dibenarkan kepala dinas PUPR kabupaten Tanjab Barat, Apri Dasman saat dikonfirmasi media ini. Menurutnya keluhan masyarakat terkait jembatan Harmoko telah direspon pemerintah kabupaten Tanjab Barat.
Tahun ini melalui sumber dana APBD perubahan telah dialokasikan anggaran untuk perbaikan lantai jembatan Harmoko dan jalan di wilayah tersebut.
” Sudah di anggarkan 2,3 milyar ingclude dengan jalannya, jadi tidak hanya jembatan Harmoko tapi juga ada jalan yang akan diperbaiki di wilayah tersebut, ” katanya saat dikonfirmasi via telepon.
Lebih lanjut menurut Apri Dasman, kondisi rusaknya lantai jembatan tersebut sudah sejak awal jadi perhatian Bupati Tanjab Barat, sehingga masuk dalam penganggaran di dinas PUPR.
” Insyaallah awal Oktober ini sudah mulai kerja, dan saat ini sedang dalam proses tender, ” terangnya.
Terpisah salah satu warga yang berdomisili di Sungai Saren merespon positif atas tanggapan pemerintah kabupaten Tanjab Barat terhadap keluhan warga.
” Alhamdulillah jembatan Harmoko tahun ini direhab, terimakasih pak Bupati sudah menanggapi keluhan kami, ” katanya.
Dia juga menyayangkan beredar nya video dan Poto jembatan Harmoko yang rusak tersebut yang diduga dibuat oleh oknum pengusaha dengan tujuan tertentu.
” Sudah jelas tahun ini dibangun, baru sibuk mau Poto dan vidio kan, selama ini kemana saja itu nama nya pahlawan kesiangan, “tegasnya.
Saat ditanya siapa oknum pengusaha yang dimaksud tersebut, dan apa tujuannya membuat video jembatan rusak.
” Saya tidak bisa sebutkan siapa, yang pasti tujuan nya jelas karna ini tahun politik, sayangnya jualan seperti itu sudah kuno, “pungkas warga yang tak ingin namanya dipublikasikan. (S2)