Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Petani Desa Pembengis, kecamatan Bram Itam, kabupaten Tanjab Barat menjerit. Pasalnya tanaman padi milik mereka rusak akibat terendam air asin. Kamis (27/11/2025).
Keluhan ini disampaikan petani Desa Pembengis melalui akun media sosial miliknya di salah satu platform medsos. Dalam unggahannya di grup “Pencerahan Tanjung Jabung Barat,” netizen tersebut menulis, “Bibit padi, ‘hidup segan mati tak mau’ akibat masuknya air asin, bukan solusi yang diberikan malah kerugian yang didapatkan petani.” Unggahan ini dengan cepat menyebar dan menarik perhatian warganet lainnya, yang sebagian besar turut merasakan dampak serupa.
Seorang petani Desa Pembengis yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya masalah ini. Ia menjelaskan bahwa air asin telah merusak lahan pertanian mereka, menyebabkan bibit padi tidak tumbuh dengan baik.
“Kami sudah mencoba berbagai cara, tapi hasilnya tetap sama. Air asin ini benar-benar membuat kami putus asa,” ujarnya.
Kerusakan bibit padi ini tentu saja berdampak besar pada hasil panen para petani nantinya. Selain itu mereka juga terancam mengalami kerugian besar, bahkan gagal panen. Kondisi ini semakin memperburuk perekonomian mereka yang selama ini bergantung pada sektor pertanian padi.
Atas kejadian ini diharapkan pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Para petani membutuhkan solusi konkret, seperti pembangunan tanggul penahan air asin, penyediaan bibit padi yang tahan terhadap air asin, atau bantuan modal untuk memulai usaha lain.
“Kami berharap pemerintah bisa segera membantu kami. Jika tidak, kami tidak tahu lagi bagaimana cara menghidupi keluarga kami,” pungkas petani tersebut dengan nada penuh harap.
Terpisah Camat Bram Itam, Rendriawan saat dikonfirmasi menyarankan kepada kelompok petani dan masyarakat petani padi di wilayah Desa Pembengis melakukan kordinasi dengan dinas terkait.
” Karna ini menyakut soal pertanian maka kami menyarankan kelompok tani atau masyarakat Desa Pembengis segera berkoordinasi dengan dinas Pertanian yang memahami persoalan tersebut, ” sebutnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Dia juga menyarankan terkait masuknya air asin ke lokasi persawahan bisa juga masyarakat mengusulkan perbaikan irigasi dan tanggul ke pada pemeriksaan melalui dinas terkait.
” Bisa jadi masuknya air asin tersebut karena faktor tanggul atau irigasi nya, untuk itu kita menyarankan masyarakat dan kelompok tani segera mengusulkan untuk perbaikan tanggul dan irigasi nya ke dinas terkait, ” pungkasnya.
Sayangnya kepala Dinas Pertanian kabupaten Tanjab Barat, Reza Pahlevi belum dapat dimintai keterangan terkait keluhan petani Desa Pembengis, baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon. Hingga berita ini diterbitkan dinas pertanian belum memberikan jawaban.(S2)