Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Respon keluhan warga Sungai Saren RT 14 Kelurahan Bram Itam Kiri, kecamatan Bram Itam, Dinas Perakim kabupaten Tanjab Barat, gerak cepat terjunkan tim kelapangan. Minggu (23/8/2026).
Keluhuran warga soal bentangan jaringan listrik yang menggunakan batang pinang sebagai tiang penyanggah langsung direspon cepat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perakim ) kabupaten Tanjab Barat.
Hal itu dikatakan kepala dinas Perakim kabupaten Tanjab Barat, saat dikonfirmasi melalui Kabid Kawasan Permukiman Rizal Herliawan, ST.
” Secepatnya kami akan tindak lanjuti apa yang menjadi keluhan warga, “katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Minggu (23/8/2026) siang.
Lebih lanjut menurutnya, saat ini pihak Perakim sedang berkoordinasi dengan RT setempat untuk mengetahui lokasi jaringan listrik PLN yang menggunakan tiang dari batang pinang tersebut.
” Tim akan kelokasi untuk menganti tiang listrik tersebut dengan tiang yang sesuai standar PLN, “jelasnya.
Ketua RT 14 Apul membenarkan jika dirinya telah dihubungi pihak dinas Perakim terkait tiang listrik yang menggunakan batang pinang.
” Iya benar barusan saya dihubungi pihak dinas Perakim, katanya sore ini pihak dinas akan turun untuk kroscek langsung ke lokasi, “ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 5 batang pinang dijadikan tiang penyanggah jaring listrik PLN di RT 14 Kelurahan Bram Itam Kiri, kecamatan Bram Itam, kabupaten Tanjab Barat.
Jaringan listrik yang tidak standar bahkan terkesan dapat membahayakan tersebut belakangan menjadi sorotan warga. Menurut warga, kondisi jaringan listrik tidak standar tersebut sudah berlangsung sejak lama.
” Sudah lama jaringan ini menggunakan batang pinang, kurang lebih 3 tahun namun tidak ada upaya pengantian tiang yang standar, ” keluh warga RT 14.
Menurutnya juga, terdapat bentangan jaringan listrik sepanjang ratusan meter yang menggunakan tiang penyanggah dari batang pinang.
” Jaringan listrik yang menggunakan batang pinang ini ada ratusan meter, karena jarang dari satu batang pinang ke batang pinang lainnya lebih dari 20 meter, ” jelas warga.
Kekhawatiran warga semakin besar karena lokasi tersebut berada di lingkungan permukiman masyarakat, tepatnya di kawasan RT 14 yang mengarah ke Parit 10.
” Kita sangat kwatir saat melintas, apalagi angin kencang dan hujan, “ujarnya.
Warga berharap pemerintah kabupaten Tanjab Barat melalui dinas terkait serta pihak PLN Kualatungkal tidak tutup mata dengan kondisi jaringan listrik yang dapat membahayakan keselamatan warga tersebut.
” Kami berharap batang pinang segera diganti dengan tiang listrik yang sesuai dengan standar PLN, agar tidak adalagi kekhawatiran warga saat melintas, “ungkapnya. (S2)