Temuan BPK 1 Milyar Proyek Peningkatan Jalan Parit Deli, Kata Inspektorat Sangsi Ranahnya PUPR

Posted by : admin Mei 27, 2024

 

Lantang jambi.id, Tanjabbar, – Temuan BPK sebesar 1 Milyar rupiah pada pekerjaan peningkatan jalan Parit deli-sungai dualap terus jadi sorotan. Pasalnya, selain tidak ada sangsi, perusahaan yang sama juga mendapatkan proyek lanjutan 2024 dengan nilai pagu kurang lebih 5 milyar.

Inspektur Tanjab Barat Drs. Encep Jarkasih, membenarkan atas temuan proyek peningkatan jalan parit Deli-Sungai pada tahun 2023 lalu oleh Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Provinsi Jambi.

Hal ini disampaikan inspektur ketika ditemui di ruang kerjanya saat di konfirmasi tindak lanjut terkait temuan tersebut, pada Senin (27/05/24).

Dijelaskan Encep terkait temuan akan diberi waktu selama 60 hari dari saat BPK menyerahkan hasil LHP tersebut.

“Hasil temuan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh OPD terkait dan sudah ada pengembalian yang signifikan dan inspektorat akan selalu memonitoring progresnya,” ujar Encep.

Disentil sangsi apa yang akan diberikan, Encep memyebut, itu tergantung OPD Dinas PUPR Tanjab Barat sebagai pengguna anggaran (PA).

Ditanya berapa nilai temuan dan progres pengembalian yang sudah direalisasikan oleh pihak rekanan ia sebut tanyakan kepada OPD terkait.

” Bisa ditanyakan langsung ke OPD terkait, karena selaku pengguna anggaran, “ujarnya.

Sementara terpisah Kepala BKAD Tanjabbarat melalui Kabag Keuangan belum dapat dikonfirmasi terkait berapa uang yang telah dikembalikan oleh rekanan kontraktor ke kas daerah hasil temuan BPK RI senilai kurang lebih Rp 1 M pada proyek 2023 lalu yang dikerjakan oleh CV Keina Karya Utama dengan konsultan pengawas yang belum diketahui.

Perluh diketahui proyek tersebut menyodot anggaran APBD Murni Tahun 2023 lalu cukup fantastis yang senilai kurang lebih senilai Rp 7 Milyar.

Ironisnya dengan anggaran besar Tersebut diduga dikerjakan tidak secara optimal sehingga menjadi temuan BPK, padahal sebagaimana diketahui proyek diawasi secara berlapis bahkan prosesnya juga cukup matang, mulai dari Konsultan Perencanaan, Konsultan Pengawas bahkan ada PPTK nya, namun masih saja kecolongan dan jadi temuan BPK. (tim)

 

RELATED POSTS
FOLLOW US