Gruduk Gedung KPK, Puluhan Petani Tanjabbar Desak Ungkap Dugaan Gratifikasi  Penyelesaian Fasilitasi HGU PT DAS

Posted by : admin Juli 16, 2024

 

Lantangjambi.id, Jakarta – Gruduk gedung KPK RI puluh petani kecamatan Tungkal Ulu dan Merlung kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi desak ungkap dugaan gratifikasi penyelesaian pelaksanaan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) sekitar. Senin (15/7/2024)

Aksi demonstrasi yang dilakukan para petani ini dilakukan terkait adanya dugaan gratifikasi dalam penyelesaian Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar dengan PT. Dasa Anugrah Sejati (DAS) yang ditengarai telah menyeret nama Bupati Tanjab Barat.

Dalam orasinya Koordinator aksi Dedi Ariyanto yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani Imam Hasan desa Badang, kecamatan Tungkal Ulu menyuarakan bukti yang dimiliki petani atas dugaan yang mereka layangkan.

“kami menduga adanya Persekongkolan/ Kolusi terkait Penyelesaian Konflik antara Masyarakat 9 Desa dengan PT. DAS dengan upaya meloloskan Pola Penyelesaian yang seharusnya sejalan dengan hasil Kesepakatan Rapat POKJA Kemenkopolhukam, ” tegasnya.

Lebih lanjut menurut Dedi, ditindaklanjuti dengan Kesepakatan Pola Pendanaan Lainnya senilai Rp. 35.000.000  /Ha X 1.777,4 Ha, akan tetapi kenyataannya hasil rapat Pokja kemenkumham tersebut berubah menjadi Pola bantuan Usaha Produktif senilai Rp. 22 milyar dengan ketentuan Rp. 12.377.630 X 1.777,4 Hektar.

” Kemudian dugaan kami atas persekongkolan/Kolusi tersebut telah terjadi tindak pidana Korupsi (Gratifikasi) sebagai upaya meloloskan Kesepakatan yang sudah jelas telah menciderai rasa keadilan Petani para petani, ” Ungkap melalui via WhatsApp pada Lantang Jambi, (15/7/2024) malam.

Dedi juga menyampaikan kepada media bahwa aksi petani ini dilakukan sebagai bentuk teguran kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk bekerja cepat dalam mengungkap dan menyelesaikan kasus-kasus korupsi di Indonesia.

“Sebelumnya kami telah melakukan pengaduan atas dugaan Gratifikasi yang kami sampaikan pada 13 Desember 2023. Namun, lambatnya respon dari KPK membuat seakan kasus ini tidak ditindak lanjuti dan hanya dijadikan bantal tidur saja”sebutnya.

“untuk itu, setelah kami selesai menyampaikan apa yang menjadi aspirasi kami hari ini kami meminta KPK untuk segera menindak lanjuti aduan kami dengan mengungkap dan menangkap Anwar Sadat” Tegas Dedi.

Meski dalam aksi ini sempat terjadi adu mulut antara masa demonstrasi dan pihak kepolisian namun pada akhirnya aksi berakhir dengan damai.

“Iya, tadi sempat terjadi kerusuhan dengan pihak kepolisian karena sebelumnya diinformasikan bahwa pegawai KPK akan menemui kami. Namun, karena Ada nya miskomunikasi menyebabkan masa memanas dan terjadi adu mulut dengan pihak kepolisian tetapi tidak ber langsung lama dan aksi hari ini berakhir damai,” katanya.

“Kami juga berterima kasih kepada KPK yang berjanji akan sesegera mungkin memproses aduan kami dan juga terima kasih kepada kepolisian Yang telah mengawal aksi kami” pungkasnya.(S2)

RELATED POSTS
FOLLOW US