Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Beredar pesan WhatsApp ajakan demo. Diduga kades ajak pengurus Poktan aksi demo di Polda Jambi. Selasa (23/7/2024).
Beredar pesan WhatsApp berisikan ajakan aksi demo di depan Polda Jambi. Diduga isi percakapan WhatsApp antara kepala desa dan ketua kelompok tani tersebut sebagai berikut.
” Terkait anggota yang dibawa aksi demo besok. Permintaan dari pak kadisbunak. Kelompok tani yang lain sudah siap galo. tinggal kelompok tani Kito, ” isi percakapan WhatsApp yang beredar dan masuk ke redaksi Lantang Jambi, Selasa (23/7/2024).
Selanjutnya juga ada Poto spanduk untuk aksi yang bertuliskan Gapoktan maju bersama dan 8 Desa Tanjab Barat. Tujuan aksi meminta Polda Jambi panggil dan periksa Dedi Ariyanto cs pelaku pitnah dan penyebar berita bohong di kabupaten Tanjab Barat.
Selain itu juga ada kalimat perintah selanjutnya, ” laporan Dedi sudah ke KPK pusat, tolong siapkan dan rapikan laporan kelompok tani kito kemarin, mano tau gara gara Dedi laporan semua diminta, ” perintah kades pada ketua Poktan dalam pesan WhatsApp.
Terpisah kadisbunak kabupaten Tanjab Barat, Ridwan saat dikonfirmasi membantah adanya perintah kepada kades dan Poktan terkait aksi demo perwakilan 8 Desa di depan Mapolda Jambi.
” Itukan bukan WhatsApp saja, yang ngetik nya siapa kalau dari desa itu berarti perintah kades, ” kata Ridwan saat dikonfirmasi Lantang Jambi via telepon, Selasa (23/7/2024) sore.
Saat diulang pertanyaan apakah ada perintah dari kadisbunak ke kepala desa terkait pengalangan masa untuk aksi di depan Polda Jambi.
” Saya hanya menyampaikan bahwa rombongan Desa Badang itukan ke KPK, kalian harus simak dan perhatian apo dampak nyo, ” jelasnya.
Menurutnya juga, karena mereka ni kan kades-kades banyak ni nanya bagaimana hasil PTUN dan ada penekanan beberapa warga desa itu dibawa sama Dedi.
” Orang itu kan aksi ke KPK, kalau saya memerintahkan itu tidak ada bahasa tertulis, saya cuma ngomong kalau dia bisa ke Jakarta masa kamu dak bisa ngomong, masak kamu tidak marah warga kamu dibawa oleh orang lain, ” sebutnya.
Kembali ditanya berkah tidak ada perintah baik secara lisan maupun tertulis dari kadisbunak soal aksi perwakilan 8 Desa ?
” Kalau tertulis tidak ada, kalau lisan saya tidak menyarankan dan tidak menyuruh dan saat ini saya ada di Kualatungkal, artinya itu murni aksi masyarakat, ” bantahnya.
Terpisah Dedi Ariyanto selaku ketua Poktan Imam Hasan Desa Badang saat dikonfirmasi menduga jika aksi yang berlangsung di Polda Jambi ada pihak-pihak yang menunggangi.
” Ini bukan murni suara dari masyarakat, diduga ada pihak tertentu yang menunggangi untuk melemahkan perjuangan masyarakat Desa Badang, ” jelas Dedi melalui via telepon.
Aksi yang menyatakan bahwa dirinya penyebar fitnah dan bohong itu juga sebuah pelanggaran hukum karna kalimat yang tertera di spanduk tanpa kata dugaan.
” Yang saya fitnah tentang apa tidak di jelaskan dan bohong tentang apa juga tidak dicantumkan, dan ini berbahaya karna semua itu masih sifat nya dugaan, ” kata Dedi.
Saat ditanya apa sikap pihak Badang dan Poktan Imam Hasan pasca adanya aksi demo di Polda Jambi hari ini, Selasa (23/7/2024).
” Saat ini kita sedang konsilidasi dengan pengurus Poktan untuk pendudukan lahan HGU PT DAS, karena desa Badang tidak pernah sepakat dan setuju dengan pasilitasi HGU PT DAS tersebut, ” pungkasnya.(S2)