Diduga Upah Kerja Proyek APBN Puluhan Juta Tak Dibayar, Pekerja Lapor Ke Disnaker

Posted by : admin Agustus 5, 2024

 

Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Diduga upah kerja proyek APBN tak dibayar hingga puluhan juta. Para pekerja lapor ke Disnaker Tanjab Barat. Senin (5/8/2024)

Pekerjaan mega proyek besumber dari dana APBN Tahun 2023-2024 yang menelan anggaran cukup fantastis senilai puluhan milyar yang diperuntukkan rehab sedang dan berat di beberapa sekolah dasar (SD/SMP)  di wilayah kabupaten Tanjung Jabung akhirnya dilaporkan pekerja ke dinasker kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pasalnya, hingga kini puluhan juta lebih upah pekerja tidak bayar oleh pihak pelaksana, hal tersebut terjadi di berapa sekolah yang mendapatkan perehaban dari sumber dana APBN tersebut.

Kepala Disnaker kabupaten Tanjab Barat, Eko Suwelo membenarkan ada surat laporan terkait upah pekerja yang tidak dibayar.

“Benar ada surat  laporan terkait upah kerja tak dibayar kita terima secara resmi dan akan kita tindak lanjuti,”Katanya singkat.

Bedasarkan data yang dihimpun media ini laporan tersebut atas nama lembaga jaringan pendamping kebijakan pembangunan (JPKP) dengan perihal permohonan bantuan pemanggilan dan memediasi terkait upah dan bon pekerja PT .Bumi Delta Hatten.

Sayangnya sampai saat ini pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan mega proyek tersebut belum berhasil dikonfirmasi,baik kontraktor pemenang tender pekerjaan, Konsultan pengawas dan pihak Balai salah satu instansi yang bertanggung jawab terkesan bungkam.

Diberitakan sebelumnya Proyek yang dikerjakan mengunakan bendera PT. Bumi Delta Hatten, dari sumber dana APBN 2023-2024 untuk perehaban sebanyak 15 Sekolah Dasar (SD)  dan satu SMP yang tersebar di beberapa kecamatan wilayah kabupaten Tanjab Barat.

Proyek yang digarap PT. Bumi Delta Hattem tersebut tergolong proyek besar, setidaknya pemerintah pusat melalui sumber dana APBN 2023-2024 telah mengelontorkan dana sebesar 69 milyar lebih.

Dari data yang dihimpun media ini dilapangan pasca selesai pekerjaan sejumlah pekerja mengaku hak mereka berupa gaji tidak dibayar pihak kontraktor. Ironisnya kejadian serupa tidak hanya di satu sekolah saja.

Menurut pekerjaan (tukang) yang melaksanakan pekerjaan proyek di SDN 035/V Teluk Sialang, kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjab Barat, gaji yang merupakan hak mereka sebagai pekerja hingga saat ini tidak dibayar oleh kontraktor.

” Sampai hari ini gaji kami belum dibayar pak, sementara bangunan nya sudah lama selesai, bahkan sekolah yang kami bangun sudah ditempati untuk belajar siswa, ” katanya. Minggu ( 21/7/2024)

Dia juga menjelaskan, dari awal bekerja pihak pelaksana tidak pernah membayar secara utuh gaji pekerja dan hanya diberi berupa pinjaman saja.

” Selama proses pekerjaan kami hanya diberi pinjaman saja, setelah selesai justru mereka menghilang dan tidak bisa dihubungi, ” keluhnya.

Dari hitungan masa kerja dan kesepakatan dengan pihak pelaksana maka gaji para pekerja yang tidak di bayar hingga saat ini berjumlah puluhan juta.

” Sesuai kesepakatan kerja gaji kami masih 30 juta yang belum dibayar, ” sebutnya.

Menurutnya juga, perwakilan kontraktor yakni kepala tukang hingga kini tidak dapat dihubungi sementara dia adalah orang yang bertanggung jawab terhadap gaji pekerja di proyek ini.

” Nama kepala tungkang nya Ajir warga Sabak, dan sampai saat ini tidak bisa dihubungi artinya dia mau menipu kami, “kata para pekerja.

Selain pekerja proyek SDN 035 Teluk Sialang, kejadian serupa juga dialami oleh pekerja proyek SDN 056 Sungai Dualap yang upah kerja tukang tidak dibayar pihak kontraktor pelaksana pekerjaan.

Hal itu dibenarkan kepala sekolah SDN 056 Sungai Dualap, Amiruddin.
Menurutnya hingga saat ini pihak kontraktor belum membayar upah para pekerja.

” Benar pekerja proyek di sekolah kami juga mengalami hal yang sama, hingga hari ini upah kerja mereka tidak dibayar, hal itu diketahui dari keluhan para pekerja, ” kata Amiruddin saat dikonfirmasi Lantang Jambi via telepon (19/7/2024).

Ia juga menerangkan, pihak pelaksana pekerjaan ataupun perwakilan yang ditunjuk dilapangan tidak dapat dihubungi.

” Tidak bisa dihubungi lagi, bahkan selain upah tukang di warung sekitar mereka juga belum membayar barang belanja yang diambil, ” pungkasnya.(S2)

RELATED POSTS
FOLLOW US