Pepesan Kosong Sumur Migas, Bupati Sebut Itu Omongan Pinggir Jalan

Posted by : admin Agustus 16, 2024

 

Lantangjambi.id, Tanjabbar, – Pepesan kosong soal bagi-bagi sumur migas kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur belakangan gencar dihembuskan. Bupati Anwar Sadat sebut itu omongan orang pinggir jalan. Jum’at (16/2024).

Jelang pilkada kabupaten Tanjab Barat 2024 isu bagi-bagi sumur migas antara kabupaten Tanjab Barat dan kabupaten Tanjab Timur kerap dihembuskan. Diduga isi ini sengaja dihembuskan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan tujuan tertentu.

Menyikapi kabar bohong dan tidak bertanggung jawab tersebut Bupati Tanjab Barat, Drs H. Anwar Sadat, M. Ag dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks (berita bohong) yang diduga syarat dengan maksud tertentu.

” Aneh ada orang yang justru lebih tau dari pada dinas terkait, bahkan berbicara ngawur sana sini, seolah-olah mengetahui segalanya,” kata Bupati.

Dengan maraknya kabar bohong yang sengaja di hembusan terhadap pemerintah kabupaten Tanjab Barat, dia selaku Bupati wajib untuk meluruskan informasi soal sumur migas yang belakangan jadi pembicaraan diruang publik.

” Untuk diketahui sumur migas Tanjab Barat masih utuh, semua sumur itu punya kita, tidak benar jika ada yang mengatakan sumur migas tersebut dibagi dengan kabupaten Tanjab Timur”  tegasnya.

Dia juga menjelaskan, untuk mengetahui hal itu masyarakat dapat bertanya langsung dengan yang membidangi secara ke dinasan atau bisa di tanyakan langsung ke BUMD Tanjab Barat.

” Ada instansi yang mengelola soal itu, dan ada BUMD yang juga mengetahui secara detail terkait sumur migas Tanjab Barat, jadi sangat jelas bahwa isu yang sengaja di kembangkan tersebut adalah berita hoaks, seperti omongan orang pinggir jalan saja,  “sebut Bupati.

Sebelumnya diberitakan, jelang Pilkada kabupaten Tanjab Barat 2024 kerap dijumpai dimedia sosial narasi terkait bagi – bagi sumur migas antar pemkab Tanjab Barat dan Tanjab Timur. Sayangnya narasi yang terindikasi bagian dari kampanye hitam tersebut tidak berdasarkan data dan fakta yang sebenarnya.

Melihat isu pepesan kosong yang kerap diulang ulang jelang Pilkada tersebut ketua tim pemenangan UAS dan Katamso kabupaten Tanjab Barat, H. Muhammad Fahdli, SH angkat bicara.

Menurutnya, isu tersebut hanya isapan jempol belaka, buktinya berdasarkan data yang kita peroleh bahwa dana bagi hasil (DBH) migas di Tahun 2023 meningkatkan naik dari Tahun sebelumnya.

“Artinya isu pembagian sumur migas itu tidak benar, dan itu hanya isapan jempol belaka, secara logi jika memang dibagi dengan kabupaten tetangga tentunya DBH migas Tanjab Barat menurun bukan malah meningkat, dan isu murahan seperti ini sudah biasa jelang Pilkada, “katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, jika ingin berbicara soal dogeng sumur migas dia menyarankan untuk menggunakan data sehingga tidak dianggap sebagai bahan lelucon nantinya oleh masyarakat.

” Pemerintah tidak anti kritik, silahkan bicara asal sesuai data dan fakta, bicara tanpa data apa lagi diruang publik seperti medsos sama saja dengan menyampaikan berita bohong kepada halayak ramai, ” ujarnya.

Bahkan selaku tim pemenangan UAS dan Katamso dia mengaku sudah menduga akan ada narasi -narasi bohong yang akan dihembuskan ke masyarakat.

“Kita dan tim  sudah punya filing bahwa isu pembagian sumur migas akan muncul, apalagi di tahun politik saat ini,” tegasnya Kamis (15/2024) sore.

Bedasarkan data yang dihimpun media ini dari salah satu narasumber yang dapat di percaya mengetahui secara persis dan faham tentang hal tersebut mengatakan bahwa isu soal sumur migas yang kerap di hembusan itu tidak lah benar.

Dia menjelaskan, bahwa sumur migas yang masuk dalam wilayah kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menimbulkan polemik di publik perlu diketahui sampai saat ini statusnya masih milik kabupaten Tanjung Jabung Barat.

” Semua sumur masih bagian dari kabupaten Tanjab Barat, hal tersebut dibuktikan dengan  penerimaan DBH migas(minyak Bumi dan Gas) untuk Daerah kita malah jauh meningkat dari tahun sebelumnya, ” jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.

Dia juga memaparkan, sebelumnya di tahun 2022 penerimaan DBH migas untuk daerah kabupaten Tanjung Jabung Barat hanya bekisar kurang lebih Rp 515.696, dan di tahun 2023 penerimaan DBH migas daerah kabupaten Tanjung Jabung Barat meningkatkan mencapai kurang lebih bekisar Rp 526.700 sekian.

” Logika saja dari angka-angka tersebut dapat kita lihat jika DBH kabupaten Tanjab Barat naik, jadi dapat kita tegaskan bahwa isu yang di gulirkan ke sana sini tersebut hanyalah pepesan kosong, ” pungkasnya.(S2)

RELATED POSTS
FOLLOW US